Surabaya, MEMANGGIL.CO – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bersama Central China Normal University (CCNU) menetapkan peta jalan baru untuk strategis Confucius Institute di usia ke-15 tahun.
Dalam pertemuan di Gedung Rektorat CCNU, Jumat, 17 April 2026, kedua pihak sepakat melakukan restrukturisasi organisasi dan perluasan kurikulum untuk memperkuat daya saing lulusan di dunia kerja.
Rektor Unesa, Nurhasan, mengatakan kemitraan tersebut tidak sebatas pusat pembelajaran bahasa, namun bertransformasi menjadi hub kolaborasi akademik dan sertifikasi internasional.
"Program yang dijalankan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan kebutuhan industri, khususnya di Jawa Timur. Kami mendorong kemitraan yang lebih luas, tidak hanya di bidang bahasa, tetapi mencakup sektor akademik unggulan lainnya," kata Nurhasan dalam siaran resminya, Sabtu, 18 April 2026.
Untuk mempercepat kebijakan itu, kedua institusi sepakat mengevaluasi struktur organisasi Confucius Institute.
Salah satu poin utama merencakan penempatan lembaga tersebut langsung di bawah koordinasi rektor.
Sementara itu, Wakil Rektor CCNU, Wu Tong, memaparkan lima fokus utama pengembangan, yakni penguatan pengajaran, pertukaran budaya, penyelenggaraan ujian HSK, pelatihan guru, serta perluasan kemitraan.
Diungkapkan Wu Tong, dalam rencana kerja terbaru, Unesa dan CCNU akan mengimplementasikan kebijakan, yakni membuka mata kuliah bahasa Mandarin umum bagi mahasiswa dari berbagai program studi non-bahasa.
Selain itu, juga mendirikan sebuah pusat pelatihan guru bahasa Mandarin di Jawa Timur yang berbasis di Unesa dan didukung sertifikasi Kementerian Pendidikan Indonesia.
Untuk meningkatkan fasilitas pendidikan, Unesa juga membangun kantor baru dan renovasi ruang kegiatan untuk mengintegrasikan fasilitas laboratorium bahasa agar lebih efisien.
Direktur Confucius Institute Tiongkok, Zhu Li, menambahkan, pengembangan infrastruktur akan diselaraskan dengan kebutuhan akademik.
Menurutnya, selain peningkatan fasilitas, pihak pengelola juga memprioritaskan peningkatan kesejahteraan tenaga pengajar relawan guna menjaga kualitas dan keberlanjutan program.
Upaya tersebut sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan tenaga kerja dengan kemampuan bahasa Mandarin yang mumpuni di Indonesia.
"Dengan adanya integrasi kurikulum dan perbaikan tata kelola, Unesa menargetkan lulusan dari berbagai disiplin ilmu memiliki nilai tambah kompetitif di pasar kerja global," pungkas Zhu Li.