Blora, MEMANGGIL.CO - Warga Blora kini memiliki pilihan layanan medis yang semakin lengkap untuk pemeriksaan dan tindakan pada jantung serta pembuluh darah. RSUD dr. R. Soetijono Blora menghadirkan layanan Cathlab dengan teknologi Digital Subtraction Angiography (DSA) yang sebelumnya lebih identik dengan rumah sakit di kota-kota besar.
Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari transformasi pelayanan RSUD dr. R. Soetijono Blora dalam mendekatkan teknologi medis kepada masyarakat. Dengan layanan tersebut, pasien dari Blora dan wilayah sekitar tidak selalu harus menempuh perjalanan ke luar daerah ketika membutuhkan pemeriksaan maupun tindakan yang dapat dilakukan melalui kateterisasi.
Direktur RSUD dr. R. Soetijono Blora, dr. Puji Basuki, melalui Kepala Bidang Pelayanan RSUD dr. R. Soetijono Blora, dr. Ikawati Rahmi Dewi, mengatakan pengembangan layanan tersebut diarahkan untuk memperkuat akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang semakin cepat, aman dan akurat.
“Yang kami bangun bukan hanya fasilitas atau alat kesehatan, tetapi sebuah ekosistem pelayanan yang semakin mampu menjawab kebutuhan masyarakat Blora dan sekitarnya,” ujar dr. Ikawati Rahmi Dewi kepada Memanggil.co, Selasa (8/9/2026).
Cathlab atau catheterization laboratory merupakan fasilitas yang digunakan untuk pemeriksaan maupun tindakan pada jantung dan pembuluh darah. Sementara teknologi DSA memungkinkan gambaran pembuluh darah terlihat secara real-time dengan lebih jelas melalui pengurangan bayangan tulang dan jaringan di sekitar pembuluh.
Teknologi tersebut dapat mendukung sejumlah kebutuhan medis sesuai indikasi dokter. Di antaranya kateterisasi jantung diagnostik, angiografi otak untuk kasus stroke, angiografi pembuluh darah perifer hingga tindakan embolisasi untuk membantu menghentikan perdarahan.
Keunggulan lain terletak pada pendekatan yang minim invasif. Pada tindakan tertentu yang memang dapat dilakukan melalui kateterisasi, prosedur tidak membutuhkan operasi terbuka, dengan akses melalui sayatan berukuran kecil.
Materi layanan RSUD dr. R. Soetijono Blora menyebut akses sayatan pada tindakan tertentu berada di kisaran 2–3 milimeter. Namun, jenis prosedur dan pendekatan tetap ditentukan berdasarkan kondisi pasien serta indikasi medis.
Menurut dr. Ikawati, aspek jarak menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pengembangan layanan tersebut. Pasalnya, pada kondisi tertentu seperti stroke, kecepatan mendapatkan pemeriksaan dan penanganan dapat menjadi bagian penting dalam proses pelayanan pasien.
“Dengan hadirnya Cathlab DSA dan CT-Scan 64 Slice, kami ingin masyarakat memiliki pilihan pelayanan yang lebih dekat, sehingga perjalanan pasien dan keluarga dapat menjadi lebih sederhana dan biaya nonmedis seperti transportasi serta akomodasi dapat ditekan,” katanya.
Kehadiran Cathlab juga tidak berdiri sendiri. RSUD dr. R. Soetijono Blora sekaligus memperkuat layanan penunjang diagnostik melalui CT-Scan 64 Slice yang dapat digunakan untuk berbagai pemeriksaan sesuai kebutuhan klinis.
Dengan kombinasi layanan tersebut, rumah sakit daerah di Blora berupaya membangun kemampuan pelayanan yang lebih komprehensif. Tujuannya bukan sekadar memiliki peralatan medis baru, melainkan memastikan teknologi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi pasien.
“Pesan kami sederhana: teknologi kesehatan tidak harus membuat masyarakat pergi jauh. Justru teknologi yang kami hadirkan di RSUD dr. R. Soetijono Blora ini kami harapkan dapat mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” tegas dr. Ikawati.
Untuk pasien umum, tarif Cathlab DSA berdasarkan paparan layanan yang disampaikan RSUD Blora ditetapkan sebesar Rp4.750.000 per tindakan. Sementara itu, proses pengajuan agar pelayanan yang dapat dijamin BPJS Kesehatan masih berlangsung.
Untuk sementara, layanan tersebut masih berlaku bagi pasien umum. Rumah sakit juga menekankan bahwa teknologi medis canggih tidak selalu identik dengan biaya yang tidak terjangkau.
“Untuk pasien umum, berdasarkan tarif yang tercantum dalam paparan, DSA ditetapkan sebesar Rp4.750.000 per tindakan. Sementara tarif CT-Scan 64 Slice adalah Rp1.500.000,” jelasnya.
Pengembangan fasilitas ini sekaligus memperkuat posisi RSUD dr. R. Soetijono Blora sebagai rumah sakit rujukan bagi masyarakat Blora dan daerah sekitar. Secara resmi, RSUD dr. R. Soetijono Blora tercatat sebagai rumah sakit umum milik Pemerintah Kabupaten Blora dengan Direktur dr. Puji Basuki, M.Kes.
Bagi masyarakat, manfaat paling terasa adalah semakin pendeknya jarak antara kebutuhan medis dengan fasilitas pelayanan. Pasien dan keluarga tidak harus selalu memikirkan perjalanan panjang ke luar daerah ketika layanan yang dibutuhkan tersedia di Blora.
“Kami ingin RSUD dr. R. Soetijono Blora menjadi rumah sakit rujukan yang semakin kuat bagi masyarakat Blora dan wilayah sekitarnya dengan pelayanan yang profesional, teknologi yang memadai, biaya yang terjangkau, dan tetap mengutamakan keselamatan pasien,” pungkas dr. Ikawati.