Blora, MEMANGGIL.CO - Palang Merah Indonesia (PMI) memasuki usia ke-81 pada 2026. Momentum tersebut menjadi perhatian RSUD dr. R. Soeprapto Cepu yang menyampaikan apresiasi atas dedikasi PMI dalam menjalankan misi kemanusiaan dan mendukung pelayanan kepada masyarakat.

Direktur RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, drg. Wilys Yuniarti, menyampaikan bahwa perjalanan PMI selama 81 tahun tidak terlepas dari berbagai kontribusi kemanusiaan yang dirasakan masyarakat. Peran tersebut mencakup pertolongan pertama, pelayanan darah, hingga bantuan dalam situasi kebencanaan.

“Kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-81 kepada seluruh jajaran Palang Merah Indonesia. Kami sangat mengapresiasi dedikasi dan komitmen PMI selama ini dalam menjalankan misi kemanusiaan serta memberikan pelayanan yang dibutuhkan masyarakat,” ujar drg. Wilys Yuniarti, Kamis (17/9/2026). 

Menurut drg. Wilys, keberadaan PMI memiliki posisi penting dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat. PMI tidak hanya hadir ketika terjadi bencana, tetapi juga berperan dalam berbagai kebutuhan kemanusiaan yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan kesehatan masyarakat.

“Selama 81 tahun, PMI telah menjadi bagian penting dalam pelayanan kemanusiaan, mulai dari pertolongan pertama, layanan darah, sampai bantuan dalam penanganan bencana. Kontribusi tersebut sangat berarti bagi masyarakat,” katanya.

Ia menilai kolaborasi antara PMI dan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi salah satu unsur yang perlu terus diperkuat. Sinergi tersebut dibutuhkan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara lebih terintegrasi, khususnya ketika berhadapan dengan kondisi yang membutuhkan respons cepat.

“Sinergi antara RSUD dr. R. Soeprapto Cepu dan PMI sangat penting dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Karena itu, kerja sama yang sudah terjalin dengan baik ini tentu harus terus dipertahankan, diperkuat, dan ditingkatkan,” ujar drg. Wilys.

Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan berbagai pihak. Kolaborasi antara rumah sakit, PMI, pemerintah, relawan, dan unsur masyarakat menjadi bagian dari upaya bersama untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan.

drg. Wilys juga memberikan apresiasi kepada para relawan PMI yang selama ini terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan. Menurut dia, kerja kemanusiaan membutuhkan kepedulian, kesiapan, dan komitmen untuk membantu sesama.

“Kami juga memberikan apresiasi kepada seluruh relawan dan jajaran PMI yang terus bergerak memberikan bantuan kepada masyarakat. Semangat kemanusiaan seperti ini harus terus dijaga dan diwariskan,” katanya.

Momentum HUT ke-81 PMI, lanjut Wilys, diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan. Peringatan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pihak dalam membangun pelayanan kemanusiaan yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Harapan kami, PMI terus tumbuh dan berkembang, semakin profesional, semakin kuat dalam menjalankan tugas kemanusiaan, serta senantiasa menjadi cahaya harapan bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” tutur drg. Wilys.

RSUD dr. R. Soeprapto Cepu juga berharap hubungan kelembagaan dengan PMI dapat terus berjalan secara baik. Penguatan komunikasi dan koordinasi dinilai penting untuk mendukung pelayanan kesehatan, termasuk dalam kondisi yang membutuhkan penanganan dan dukungan kemanusiaan.

Bagi rumah sakit, keberadaan PMI menjadi salah satu mitra penting dalam ekosistem pelayanan kesehatan masyarakat. Kerja sama yang terbangun diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi institusi, tetapi terutama dirasakan oleh masyarakat sebagai penerima layanan.

Peringatan HUT ke-81 PMI sekaligus menjadi momentum untuk mengapresiasi seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam kegiatan kemanusiaan. RSUD dr. R. Soeprapto Cepu menyampaikan harapan agar semangat kepedulian dan gotong royong terus berkembang di tengah masyarakat.

“Selamat HUT ke-81 PMI. Semoga PMI semakin maju, profesional, dan konsisten menjalankan misi kemanusiaan untuk masyarakat,” pungkas drg. Wilys.