Blora, MEMANGGIL.COPenyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG) Andongrejo Blora, menuai sorotan. 

Pihak PAUD Islam Plus Khozinatul Ulum memilih menolak dan mengembalikan makanan yang dikirim, setelah ditemukan indikasi daging berbau dan diduga kurang layak dikonsumsi anak-anak.

Langkah tegas tersebut diambil sebagai bentuk kehati-hatian pihak sekolah dalam menjaga kesehatan peserta didik. Informasi penolakan itu bahkan sempat disampaikan kepada orang tua/wali murid melalui pesan resmi yang kemudian beredar di media sosial.

“Dengan hormat kami sampaikan bahwa untuk MBG pada hari ini sementara tidak kami berikan kepada anak-anak. Hal ini dikarenakan kondisi daging yang kurang layak (berbau), sehingga kami mengutamakan keamanan dan kesehatan putra-putri kita bersama,” tulis pihak sekolah dalam pesannya.

Sekolah menegaskan, keputusan tersebut merupakan langkah preventif untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan. Mereka juga menyampaikan permohonan maaf kepada para orang tua atas penundaan distribusi makanan.

“Kami mohon pengertian Bapak/Ibu atas keputusan ini. Semoga menjadi kebaikan dan bentuk ikhtiar kita dalam menjaga kesehatan anak-anak,” lanjut pernyataan tersebut.

Hanya Terjadi di Satu Sekolah
Menanggapi kejadian itu, Kepala SPPG Andongrejo Blora, Alfrian Adam, membenarkan adanya pengembalian makanan. 

Namun, ia menegaskan peristiwa tersebut hanya terjadi di satu sekolah dan dalam satu hari pelayanan.

Sate Pak Rizki

“Iya mas, itu dari PAUD Khozinatul Ulum. Satu hari menu itu, sekitar 192 porsi. Sekolahan yang lain tidak, kelihatannya aman,” ujar Alfrian saat dikonfirmasi, Kamis (16/4/2026).

Terkait dugaan bau pada makanan, Alfrian menyampaikan kemungkinan penyebabnya bukan semata dari kualitas daging. Ia menduga adanya kontaminasi saat proses penyajian, khususnya dari sayuran mentah seperti kubis yang disajikan bersamaan dengan makanan berkuah hangat.

“Kemungkinan terkontaminasi dengan kubis yang tidak dimasak. Makanannya kan disajikan bersama kuah yang sudah hangat, mungkin dari situ,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan koordinator wilayah (korwil) serta Satuan Tugas MBG guna menindaklanjuti kejadian tersebut dan melakukan evaluasi.

“Sudah komunikasi dengan korwil dan satgas,” pungkasnya.