Tuban, MEMANGGIL.CO – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Cabang Tuban menggelar Halal Bihalal sekaligus memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-66 PMII, Sabtu (18/4/2026) sore.
Kegiatan yang berlangsung di Joglo Pergerakan, kediaman HM Miyadi, salah satu senior PMII yang juga Wakil Ketua DPRD Tuban, ini dihadiri kader dan alumni dari berbagai generasi.
Acara diisi dengan sharing session serta santunan kepada anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial.
Sebagai bentuk rasa syukur, peringatan harlah ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh HM Miyadi. Tumpeng tersebut kemudian diserahkan kepada Ketua IKA PMII, dan dilanjutkan kepada Ketua PC PMII Tuban sebagai simbol estafet perjuangan organisasi kepada generasi penerus.
Momentum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang refleksi atas perjalanan panjang PMII dalam menjawab berbagai tantangan bangsa.
Ketua PC PMII Tuban, Roviq Wahyudin, menegaskan bahwa PMII lahir bukan dari ruang kosong, melainkan sebagai jawaban atas persoalan kebangsaan. Di usia ke-66 tahun, menurutnya, kader PMII tidak cukup hanya berpikir, tetapi harus bergerak melalui aksi nyata.
“Di era digitalisasi ini, tantangan semakin kompleks. Kader PMII bukan sekadar identitas, tetapi harus mampu bertanggung jawab dan mengemban amanah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat para pendiri yang berpihak pada kaum mustadh’afin atau masyarakat tertindas. Selain itu, kader yang tengah berproses diminta terus menjalin komunikasi dengan para senior sebagai bagian dari penguatan jaringan dan pembelajaran.
Pesan Ketua PC IKA PMII Tuban
Sementara itu, Ketua PC IKA PMII Tuban, Khoirul Huda, menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh kader dan alumni. Ia menegaskan bahwa PMII merupakan milik bersama yang membutuhkan kontribusi semua pihak.
Menurutnya, keberadaan Graha PMII yang telah berdiri menjadi langkah awal, namun fasilitas yang ada masih perlu dikembangkan.
“Aula yang ada saat ini sudah tidak lagi mencukupi. Ke depan, kita berencana membangun aula yang lebih besar, dengan dukungan dari kader PMII yang kini duduk sebagai wakil rakyat, khususnya dari PKB,” ungkapnya.
Dalam sesi sharing, Sekretaris IKA PMII Tuban, Irkhamsyah, yang memandu jalannya diskusi, menekankan bahwa peringatan Harlah ke-66 ini bukan sekadar seremoni.
Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman dari para alumni yang telah berkiprah di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, politik, pendidikan hingga ekonomi.
“Kami ingin pengalaman para senior menjadi inspirasi bagi kader yang sedang berproses,” jelasnya.
Sejumlah narasumber yang merupakan para kader PMII turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Dr. HM. Miyadi yang juga Wakil Ketua DPRD Tuban, Ainul Yaqin merupakan pengasuh yayasan dan lembaga pendidikan, Nurul Yaqin Anas pejabat di kantor Kemenag Tuan, Ulil Abror Al Mahmud Komisioner KPUK Tuban, dan Jamal Ghofir, MA, Wakil Rektor di Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban.
Ajak Tak Lupa Sejarah
Dalam pemaparannya, Miyadi mengajak kader untuk tidak melupakan sejarah dan nilai perjuangan organisasi.
“Di manapun kita berkiprah, jangan pernah melupakan almamater, bendera, dan niat perjuangan. Banyak kader PMII yang telah berkontribusi di berbagai sektor, dan itu harus terus didukung,” tegasnya.
Ia juga menyoroti kondisi bangsa yang tengah menghadapi berbagai tantangan serius, sehingga membutuhkan peran aktif generasi muda, termasuk kader PMII, untuk menghadirkan solusi.
Solidaritas Antar Kader
Sementara itu, Ainul Yaqin mengenang masa awal dirinya aktif di PMII pada 1997. Ia mengaku saat itu kesulitan dalam mencari pendanaan kegiatan organisasi karena minimnya kader yang menempati posisi strategis.
“Sekarang kondisinya berbeda. Banyak kader PMII yang sudah berada di posisi penting, sehingga lebih mudah dalam mengembangkan organisasi. Maka, kembangkanlah PMII sebesar-besarnya,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Jamal Ghofir. Ia mendorong kader PMII untuk mampu merebut posisi-posisi strategis di berbagai bidang sebagai upaya menjaga keberlanjutan organisasi.
Menurutnya, kader yang masih berproses harus terus meningkatkan kapasitas diri agar layak dan mampu berada di posisi tersebut.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat solidaritas antar kader serta mendorong PMII untuk terus berkontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.