Surabaya, MEMANGGIL.CO - Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) menegaskan posisinya sebagai satu-satunya induk organisasi resmi olahraga domino di tanah air.
Upaya tersebut diperkuat dengan terbitnya surat rekomendasi resmi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dengan nomor 485 A/UMM/V/2022 yang mengakui eksistensi PORDI.
Ketua Umum PB PORDI, Dr. H. Andi Jamaro Dulung, mengungkapkan, surat rekomendasi tersebut menjadi bukti legalitas kuat bagi PORDI untuk menjalankan roda organisasi tanpa gangguan dari pihak lain.
"Melalui rekomendasi KONI tersebut, kami memastikan tidak ada organisasi lain yang dapat mengajukan nama dan bidang yang serupa dengan PORDI. Hal ini juga sejalan dengan agenda PORDI untuk menetapkan struktur resmi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas)," kata Andi Jamaro pada acara Konferensi Pers, Minggu, 19 April 2026, di Surabaya.
Dalam upaya profesionalisasi cabang olahraga domino, PORDI telah menjalin kemitraan strategis dengan Higgh Games Island (HGI). Kerja sama ini bertujuan membangun ekosistem permainan domino yang profesional dan kompetitif, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Ia membeberkan, kolaborasi dengan HGI didasari pada visi bersama untuk mengangkat domino sebagai olahraga rakyat yang memiliki nilai prestasi.
Selain dukungan logistik, kerja sama ini juga mencakup pemanfaatan ekosistem digital untuk memperluas jangkauan dan mempopulerkan olahraga domino ke masyarakat luas.
"Kami telah melakukan evaluasi atas kerja sama tahun 2025 dan sepakat untuk melanjutkannya pada tahun 2026. Fokus kami adalah bagaimana membangun domino yang bisa dipertandingkan secara profesional," ujar Andi Jamaro.
Sejak didirikan enam tahun lalu, PORDI menunjukkan pertumbuhan yang pesat. Hingga saat ini, organisasi telah menjangkau 34 provinsi di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 26 provinsi telah terbentuk kepengurusannya, dengan 21 di antaranya telah resmi dilantik.
Di tingkat kabupaten/kota, PORDI telah berhasil membentuk kepengurusan di lebih dari 105 wilayah. Pertumbuhan ini dibarengi dengan komitmen organisasi dalam menyelenggarakan kompetisi berkualitas.
"Kami telah menyelenggarakan tujuh kali Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dan liga yang diikuti oleh lebih dari 10 provinsi. Ini merupakan syarat krusial untuk memenuhi standar federasi nasional maupun persiapan menuju federasi internasional," tandasnya.
Pada kesempatan tersebut, Andi Jamaro juga memberikan apresiasi khusus kepada pengurus PORDI Provinsi Jawa Timur atas suksesnya penyelenggaraan event nasional di Surabaya.
Andi Jamaro menilai, event tersebut sebagai salah satu yang terbaik dan paling profesional dibandingkan dengan gelaran sebelumnya di Makassar, Kalimantan, maupun Jakarta.
Ke depan, PORDI menargetkan evaluasi lanjutan pada Agustus mendatang untuk mematangkan agenda program kerja tahun 2027, guna memastikan olahraga domino terus berkembang sebagai cabang olahraga yang diakui dan digemari masyarakat Indonesia.