Tuban, MEMANGGIL.CO — Semangat pembinaan olahraga biliar kembali digaungkan dari dalam ruangan Glamour Pool & Bistro Tuban. Denting bola yang saling beradu di atas meja biliar menjadi penanda hidupnya atmosfer kompetisi dalam ajang Nine Ball Kapolres Cup Jatim Open 2026.
Turnamen yang digelar Glamour Pool & Bistro Tuban ini berlangsung selama tiga hari, 17 hingga 19 April 2026, dengan tensi pertandingan yang tinggi namun tetap menjunjung sportivitas.
Sejak awal laga, para atlet dari berbagai daerah di Jawa Timur sudah menunjukkan kemampuan terbaik mereka, menjadikan setiap pertandingan berjalan ketat dan menarik untuk disaksikan.
Bagi Glamour Pool & Bistro Tuban, ajang ini bukan sekadar kompetisi tahunan. Owner-nya, Eka Setiawan yang akrab disapa Denny, menegaskan bahwa turnamen ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam pembinaan atlet biliar, khususnya di Kabupaten Tuban.
“Ini sudah yang kedua kalinya kami gelar, dan rencananya akan rutin setiap tahun. Tujuan utama kami adalah menjaring bibit atlet biliar, khususnya dari Tuban,” ujar Denny, Selasa, (21/4/2026).
Ia mengaku antusiasme peserta menjadi bukti bahwa olahraga biliar semakin berkembang dan diminati. Tuban pun perlahan mulai dikenal sebagai salah satu daerah yang berpotensi melahirkan atlet-atlet biliar berbakat di Jawa Timur.
"Ketatnya persaingan juga menunjukkan bahwa untuk mencapai prestasi tertinggi dibutuhkan latihan dan konsistensi yang serius," tambah Denny.
Dalam turnamen tersebut, Ega dari Kabupaten Magetan tampil dominan dan berhasil keluar sebagai juara pertama setelah melewati rangkaian pertandingan dengan performa yang stabil.
Posisi runner-up diraih Emon Balletik, sementara dua semifinalis ditempati oleh Sinyo GTP dan Adit 805.
Hasil ini menjadi catatan penting sekaligus motivasi bagi atlet-atlet lokal. Denny optimistis, dengan latihan yang berkelanjutan, peluang bagi atlet Tuban untuk bersaing di level yang lebih tinggi sangat terbuka.
“Kalau sekarang masih didominasi atlet luar kota, ke depan peluang itu ada. Tinggal bagaimana atlet terus berlatih dan meningkatkan kemampuan,” katanya.
Dukungan terhadap turnamen ini juga datang dari Kapolres Tuban, AKBP Alaiddin, yang mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai wadah kompetisi yang sehat sekaligus sarana pembinaan generasi muda.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Pesan kami, tetap jaga sportivitas, giat berlatih, dan pastikan tidak ada unsur judi,” tegasnya.
Sebatas informasi, turnamen ini tidak hanya sekadar perebutan gelar juara, event ini juga menjadi ruang pertemuan bagi para atlet untuk mengasah kemampuan, membangun mental bertanding, serta mempererat silaturahmi antarpecinta biliar.
Total hadiah mencapai Rp38 juta, dan atmosfer persaingan terasa intens sejak babak awal hingga partai final.