Tuban, MEMANGGIL.CO — Asap tipis masih menggantung di udara pagi ketika langkah-langkah petugas dan warga mulai memenuhi area Pasar Baru Tuban, Kamis (22/04/2026).

Sisa-sisa kebakaran yang terjadi beberapa jam sebelumnya menyisakan puing, arang, dan bau hangus yang belum sepenuhnya hilang.

Di tengah suasana itu, Kapolres Tuban AKBP Alaiddin bersama Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky hadir langsung meninjau lokasi, memastikan keadaan tetap terkendali sekaligus memberi kepastian bagi para pedagang yang terdampak.

Kehadiran keduanya bukan sekadar simbolis. Di balik itu, ada upaya cepat memastikan bahwa penanganan pascakebakaran berjalan terarah, mulai dari pengamanan lokasi hingga langkah-langkah pemulihan.

Api yang dilaporkan muncul sekitar pukul 03.10 WIB itu sempat membuat panik, namun berkat gerak cepat berbagai pihak, kobaran berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.30 WIB.

“Berkat kolaborasi seluruh pihak, api berhasil dikendalikan dalam waktu kurang lebih satu jam tiga puluh menit,” ujar Bupati Tuban di lokasi.

Sinergi antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, hingga dukungan perusahaan swasta menjadi kunci dalam menahan laju api agar tidak meluas.

Meski demikian, dampak yang ditinggalkan tak bisa diabaikan. Sedikitnya 41 kios terdampak, milik 15 pedagang yang kini harus menghadapi kenyataan pahit, kehilangan tempat usaha sekaligus barang dagangan mereka.

Di sela-sela puing yang masih hangat, harapan mulai dirajut.

Pemerintah Kabupaten Tuban bergerak cepat menyiapkan solusi agar roda ekonomi para pedagang tetap berputar.

Tenda-tenda sementara akan segera disiapkan, memberi ruang bagi mereka untuk kembali berdagang sembari menunggu proses penataan ulang pasar.

Kerugian akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp200 juta hingga Rp250 juta. Namun angka itu belum final.

Sate Pak Rizki

Pendataan lebih rinci masih dilakukan untuk memastikan nilai kerugian sebenarnya, termasuk modal dan barang dagangan yang hangus dilalap api.

“Ke depan, pemerintah memastikan akan melakukan penataan ulang area pasar dengan melibatkan para pemilik kios,” terang Bupati.

Langkah tersebut bukan tanpa alasan. Pasar Baru Tuban tercatat telah tiga kali mengalami kebakaran dalam kurun waktu berbeda. Evaluasi menyeluruh menjadi kebutuhan mendesak agar peristiwa serupa tak kembali terulang.

Sementara itu, dari sisi penegakan hukum, kepolisian masih bergerak hati-hati.

Kapolres Tuban AKBP Alaiddin menegaskan bahwa penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Proses penyelidikan masih menunggu hasil pemeriksaan dari Tim Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur yang akan melakukan identifikasi di lokasi.

“Setelah olah TKP nanti baru kita sampaikan penyebab awalnya seperti apa,” ujarnya.

Hingga saat ini, kabar yang paling melegakan adalah tidak adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kerugian yang terjadi masih sebatas materiil, meski nilainya cukup signifikan bagi para pedagang kecil yang menggantungkan hidup di pasar itu.

Untuk mendukung penanganan di lapangan, sekitar 35 personel gabungan telah diterjunkan. Mereka tidak hanya membantu proses pemadaman, tetapi juga mengamankan lokasi dan mempersiapkan olah tempat kejadian perkara.

Di tengah aktivitas itu, polisi mengimbau masyarakat agar tidak memasuki area pasar tanpa izin. Selain demi kelancaran penyelidikan, langkah ini juga penting untuk menjaga keselamatan bersama.