Surabaya, MEMANGGIL.CO – Bank Indonesia (BI) bersama TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali melakukan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026.
Program tersebut fokus terhadap ketersediaan uang Rupiah layak edar di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) guna menjaga kedaulatan mata uang nasional.
Tahun ini, ekspedisi menargetkan jangkauan lebih luas, yakni menyasar 97 pulau yang tersebar di 19 provinsi. Selain itu, terdapat program ERB mandiri di 4 provinsi yang mencakup 18 pulau 3T.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, mengatakan, ketersediaan uang Rupiah merupakan simbol kedaulatan negara. Mengingat kondisi geografis Indonesia terdiri dari ribuan pulau, BI menghadapi tantangan dalam distribusi uang, terutama wilayah perbatasan berpotensi terpapar penggunaan mata uang asing sebagai alat pembayaran.
"BI dan TNI AL memiliki garis tanggung jawab yang sama, yaitu menjaga kedaulatan bangsa. TNI AL sebagai garda terdepan pertahanan laut, sementara BI menjaga kedaulatan Rupiah," kata Ricky dalam keterangan resminya,Jumat, 24 April 2026.
Untuk rangkaian ekspedisi 2026, dimulai pemberangkatan KRI Makassar-590 dari Koarmada II, Surabaya.
Sementara wilayah Jawa Timur, kegiatan berlangsung pada 23 hingga 29 April 2026, dan menyasar lima titik utama: Pulau Bawean, Sapeken, Masalembu, Kangean, dan Sakala.
ERB tidak hanya sekadar layanan penukaran uang. Namun program tersebut menjadi aksi kolaboratif terintegrasi, meliputi Edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah kepada masyarakat setempat.
Selain itu, pemberian bantuan sosial dan pelayanan kesehatan bagi warga di pulau-pulau terpencil, serta memberikan edukasi program penguatan wawasan kebangsaan oleh TNI AL.
Ricky mengungkapkan, program ERB yang digagas BI dan TNI AL terbukti efektif menjaga integritas Rupiah.
Menurutnya, sepanjang 2012 hingga 2025, sebanyak 565 pulau telah terjangkau melalui 110 kegiatan kas keliling. Khusus pada 2025, ERB juga berhasil menjangkau 91 pulau dengan total nilai penukaran mencapai Rp154,4 miliar.
Ia juga menyebutkan, kolaboratif ini mendapatkan pengakuan internasional melalui penghargaan Annual Central Banking Award tahun 2024 di Inggris.
"Ke depan, BI berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan layanan kas dan memperkuat literasi masyarakat sebagai bagian dari upaya pemerataan ekonomi hingga ke pelosok negeri," pungkas Ricky.