Blora, MEMANGGIL.CO - Problematika pupuk subsidi di Kabupaten Blora terus berulang dari tahun ke tahun. Di tengah musim tanam yang tidak menentu akibat perubahan cuaca, kondisi tersebut semakin menyulitkan para petani.
Ketidakpastian cuaca, yang kadang hujan dan kemudian berganti panas, membuat petani kesulitan menentukan waktu tanam. Di sisi lain, kebutuhan pupuk tetap tinggi dan mendesak untuk menjaga produktivitas lahan.
Bahkan, dalam beberapa kasus, petani sampai nekat mencari pupuk subsidi dari luar daerah secara tidak resmi demi mencukupi kebutuhan sawah maupun lahan persil yang mereka garap.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Blora Komisi B, Aditya Candra Yogaswara, mengungkapkan bahwa berbagai persoalan pupuk di lapangan masih menjadi keluhan utama masyarakat, khususnya petani.
“Ya, perkenalkan saya Aditya Candra dari Fraksi Partai Nasdem DPRD Kabupaten Blora dari Komisi B. Terkait kondisi pupuk yang ada sekarang, karena ini bagi sebagian daerah ada di musim tanam, kemudian musim sekarang tidak bisa diprediksi, karena kadang hujan, kemudian kadang panas,” ujarnya kepada Memanggil.co, Minggu (19/4/2026).
Menurutnya, persoalan pupuk di Blora tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan, tetapi juga menyangkut berbagai kendala teknis di tingkat distribusi.
“Yang dikeluhkan masyarakat Blora, terutama tentang pupuk yang ada di bawah adalah banyak sekali problematikanya,” ucapnya.
Sebagai wakil rakyat, Aditya menegaskan dirinya memiliki kewajiban untuk menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah daerah.
Ia mengaku sering menerima laporan langsung dari petani terkait berbagai kesulitan yang mereka hadapi di lapangan.
“Keluhan tentang pupuk, banyak sekali,” tegasnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan pupuk di Blora tidak lagi sekadar isu distribusi semata, melainkan telah berkembang menjadi persoalan yang lebih kompleks dan bersifat struktural.
Lebih lanjut, DPRD Blora pun mendorong adanya langkah konkret dari dinas terkait agar permasalahan pupuk dapat segera diatasi dan tidak terus berlarut.
Hal ini dinilai penting agar petani tidak terus dirugikan, terutama di tengah kondisi musim yang semakin sulit diprediksi.